Peranan penting gambar dalam proyek
Send Date : 15 Agustus 2009 Posted From : SinarMandiri @ Gmail.com
WarungGambar.co.cc , share ( = berbagi ) dengan teman-teman
dari semua bidang teknik yang membutuhkan Artikel Teknik.
Semoga teman-teman bisa mendapat pengetahuan tambahan
melalui artikel kecil ini yang bisa diaplikasikan di tempat kerja.
Indonesia sudah mempunyai Peraturan
tentang konstruksi bangunan. Dimana semua bangunan harus mengikuti Standard Keamanan dan Perijinan.
Apalagi sekarang ini dimana-mana terjadi gempa bumi yang merobohkan banyak bangunan
dan menimbulkan banyak korban jiwa.
Berikut ini gambaran pentingnya gambar dalam suatu proyek. mulai dari tahap desain,
tahap penghitungan, tahap perijinan, tahap persiapan, tahap pelaksanan mutlak
dibutuhkan gambar.
1. Tahap desain
Merupakan tahap awal dalam merencanakan desain bentuk bangunan.
Apa mungkin membuat bangunan hanya cukup diangan-agan saja, bisa jadi ?
Kecuali anda punya ilmu kesaktian yang dapat
membangun candi roro jonggrang hanya dalam semalam.
Gambar yang dibuat pada tahap ini disebut Gambar Desain
Apa mungkin membangun Mall / Plaza tanpa menggunakan gambar ?
2. Tahap perhitungan
Standard Keamanan sebuah bangunan harus dilakukan perhitungan kekuatan struktur.
Sudah banyak kasus bangunan roboh, akibat mengabaikan perhitungan.
Apalagi sekarang ini banyak terjadi gempa bumi.
Bila gambar desain sudah ada, dan diketahui letak pondasi, letak Balok dan letak Kolom
maka perhitungan kekuatan struktur bisa dilaksanakan.
Sekarang kalau gambarnya tidak ada, Apa yang mau dihitung ?
3. Tahap perijinan
Standart Legalitas sebuah bangunan harus mempunyai surat IMB (Ijin Mendirikan Bangunan).
Sudah banyak kasus yang terjadi, dimana banyak bangunan yang didirikan tanpa memiliki
IMB, sehingga harus dirobohkan dengan paksa, karena menyalahi penggunaan Tata
Ruang dan Kota.
Dalam mengajukan perijinan harus menyertakan gambar dan perhitungan.
Gambar yang dipakai pada tahap ini disebut Gambar IMB.
Apa mungkin ijin IMB bisa keluar, tanda ada gambar ?
4. Tahap persiapan tender
Pada tahap ini dibuat gambar detail untuk persiapan tender. Gambar detail
dibuat agar mudah dimengeti oleh para peserta tender,
selain ini juga memudahkan waktu pelaksanaan.
Gambar pada tahap ini disebut Gambar DED
(Detail Engineering Drawing).
Apa mungkin tender bisa dilaksanakan tanpa gambar ?
5. Tahap pelaksaaan
Pada tahap ini dibutuhkan penjadwalan dan urutan pelaksanaan kerja, dimana dibutuhkan
gambar kerja yang sudah dihitung volumenya.
Gambar pada tahap ini disebut Gambar Kerja
(Shop Drawing). Selain itu gambar kerja dipakai sebagai alat kontrol /
pengawasan terhadap proses sebelum dan sesudah dikerjakan.
Sekarang kalau gambarnya tidak ada, Apa bisa tukang mengerjakan ?
6. Tahap akhir
Di akhir proyek masih dibutuhkan gambar yang disebut Gambar
As-built. Sebagai laporan final proyek
ditambah dengan rekapitulasi biaya yang telah dikeluarkan. Selain itu gambar
As-built berguna untuk saat melakukan pengecekan
berkala dan perawatan yang diperlukan, agar bangunan lebih awet dari umur bangunan
yang sudah ditentukan.
Selain itu gambar juga diperlukan untuk menerangkan sebuah produk bahan bangunan,
seperti spesifikasi material dan ukuran barang yang dipasarkan, agar para calon
pembeli bisa mengenal dan paham produk yang ditawarkan.
|
|
|
|